Shinsedaikan Dojo menggelar Kagami Biraki 2026, latihan awal tahun khas Jepang, di The Lilliput World Hall, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, pada 25 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 65 aikidoka dari 10 dojo Shinsedaikan yang tersebar di wilayah Yogyakarta.
Kagami Biraki merupakan tradisi penting dalam dunia bela diri Jepang yang menandai pembukaan latihan tahun baru, sekaligus momentum refleksi, pemurnian niat, dan peneguhan komitmen dalam menapaki perjalanan Aikido sepanjang tahun. Lebih dari sekadar latihan fisik, Kagami Biraki menjadi ruang pertemuan nilai, disiplin, dan semangat kebersamaan.

Acara ini menjadi istimewa karena menghadirkan Master Eduard Rusdianto, Ketua Aikido Aikishidoukai Indonesia, organisasi induk tempat Shinsedaikan bernaung. Kehadiran Master Eduard memberikan bobot tersendiri, baik dari sisi teknis maupun filosofis, sekaligus memperkuat jalinan keilmuan Aikido antar Dojo Aikido Shinsedaikan.
Shisedaikan Aikido berada di bawah naungan Aiki Shidoukai dan berafiliasi dengan Yayasan Indonesia Aikikai dan Aikikai Foundation Tokyo, Jepang, sebagai pusat Aikido dunia. Di Yogyakarta,
Shinsedaikan mengembangkan latihan Aikido melalui berbagai dojo yang tersebar di lingkungan pendidikan dan ruang publik, antara lain Dojo Shinsedaikan HQ, Dojo SD Tumbuh 1 hingga 4, Dojo Tumbuh High School, Dojo Sekolah Anak Alam, Dojo Kalyca Pre School, Dojo Kalyca Elementary School, Dojo Kalyca High School, Dojo Lilliput World, serta Dojo Malioboro Mall.
Melalui Kagami Biraki 2026, Shinsedaikan Dojo menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan Aikido sebagai jalan pembentukan karakter, menjadikan bela diri bukan alat pertarungan, melainkan seni harmoni antara tubuh, pikiran, dan kehidupan.
Info lebih lanjut mengenai Shinsedaikan klik https://shinsedaikandojo.com atau
